Text

Ngedumel saja kok (2)

Ada dua kata: robotik dan android. Robotik berarti bersifat seperti robot. Android berarti mirip manusia.

Apa yang bersifat seperti robot? Yang jelas bukan robot. Dan apa yang bersifat seperti manusia? Yang jelas bukan manusia.

Jadi, lain kali, kalo kamu punya teman yang, katanya, seperti robot, perlakukanlah dia sebagai bukan robot. Biar bagaimanapun dia adalah manusia yang juga memiliki perasaan dan memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi.

"Yaudah, anggap saja tidak pernah terjadi apapun di masa lalu."

Serobotik apapun manusia, mereka ga punya fitur install ulang. Emangnya PC, kena virus berbahaya tinggal install ulang software. Kalo mau yang bisa di-install ulang, bertemanlah dengan android. Kan mirip manusia tuh, dan bisa buang-beli-baru kalo kamu bosen.

Percayalah, bagi kami yang katanya robotik, mendapat titel tersebut tidaklah menyinggung, karena kami sadar betul bahwa kami memang seperti itu. Yang menyinggung, sangat menyinggung, adalah ketika orang lain tidak mau membangun relasi pertemanan non-professional dan berkata, “lho, bukannya ini wajar buat kalian? Kalian kan robotik.” Seolah-olah kami sama sekali bukan manusia yang butuh teman. Seolah-olah kami “seharusnya tidak punya perasaan.”

Photo
invitetoislam:

Shaitaan doesn’t win when you sin, he wins when you think Allah won’t forgive you.

invitetoislam:

Shaitaan doesn’t win when you sin, he wins when you think Allah won’t forgive you.

(via awkwardmuslim)

Text

Ngedumel saja kok

Di dunia ini ada orang yang, katanya, mengajarkan orang lain untuk berpikir kritis tetapi menyalahkan muridnya ketika ia memiliki pemikiran baru.

Di dunia ini ada orang yang, katanya, mengajarkan orang lain untuk tidak malu bertanya tetapi mengeluarkan kata “masa gitu aja ga tau?” ketika muridnya tidak mengerti sesuatu.

Di dunia ini ada orang yang, katanya, mengajarkan orang lain untuk percaya diri tetapi malah mengecam muridnya ketika ia berani mengungkapkan pendapatnya dan mengekspresikan dirinya.

Dan di dunia ini ada orang yang, katanya, mengajarkan orang lain untuk bisa percaya tetapi langsung merusak rasa percaya yang telah dibangun muridnya kepada dirinya seraya berkata, “jangan percaya pada saya, saya lelah dengan Anda.”

Orang-orang di atas hanya akan membuat muridnya berlaku sebaliknya.

Ya. Saya pernah bertemu dengan orang-orang seperti itu. Mungkin Anda pun pernah bertemu dengan mereka.

Dan mungkin saja saya atau Anda pernah berada di posisi “guru” yang brengsek tersebut.

Melelahkan, memang, rasanya seperti dipermainkan pikiran dan perasaannya, dan rasanya ingin melempar segala benda yang ada ke muka orang-orang tersebut karena orang-orang tersebut tidak jelas maunya dan berlaku berbeda dengan apa yang dikatakannya. Tapi balas dendam juga percuma, kan?

Balas dendam terbaik adalah dengan tidak menjadi orang-orang brengsek tersebut, seberapapun menggodanya.

Photoset

preludetowind:

Magnificent sequence of Kiki’s kind nature to help her elderly customer bake a pie in a traditional method, even costing her health and engaging activities in order to deliver the goods to the birthday party of her customer’s granddaughter. It shows that no matter how hard you work, sometimes it goes under-appreciated. In truth, you and I have been in that situation before. The beauty of Studio Ghibli films is that we can relate to a lot of the hardships these characters go through in a very realistic circumstance.

(via ghibli-forever)

Text

Heart Wounds (?)

You can’t expect heart wounds to heal fast. No. There’s nothing like “iodine” or “Chinese medicine” to make the wounds “dry” immediately. It’s not your skin. No blood is shed. It’s something intangible, and it takes extra efforts and patience to heal them. Or it might take forever. Even with your patience, it’s not guaranteed that the wounds will heal.

We all know that having wounds in your heart is never easy, but we, too, know that we can’t use the explanation above as an excuse for having bad “mental episodes” so often.

To put it more complicated, make wounds on someone’s heart. Then, one day, according to the Golden Rule, you’ll have your heart wounded by someone (other people, or the same people you’ve hurt) the same way you made wounds on someone’s heart in the past. Then, one day, you’ll regret everything you did and you’ll understand how the people you’ve hurt can “easily get hurt”, and you’ll understand why some people — people you’ve hurt for example — heal so slowly. Because, yeah, so are you!

One day you’ll realize that you’re just as fragile as other human being, and suddenly you have an urgency to apologize to everyone you’ve hurt in the past.

Because you know too well that psychological wounds can hardly heal.

Quote
"I do my thing and you do your thing.
I am not in this world to live up to your expectations,
and you are not in this world to live up to mine.
You are you, and I am I,
and if by chance we find each other, then it is beautiful.
If not, it can’t be helped."

— Fritz Perls, 1969. (via in-the-midst-of-winter)

Photo
thestripbar:

strip #467: war

thestripbar:

strip #467: war

Text

"Friendship is just an illusion."

Well, it depends. If you’re making friends with the wrong person then that statement can be true, e.g what it seems might not represent what really is happening between them (like, something that seems like a friendship when in fact there’s nothing in it).

But if you’re making friends with the right person, that statement can hurt the other party especially if they already think that you’re their friend.

The problem is, there’s no way of knowing whether or not the other party regards you as their friend. Therefore, we can never know if the statement “friendship is just an illusion” is applicable.

Photoset

Nice catch!

Duh, rasanya masih ngefans sama film ini. Dan rasanya pernah mengenal orang seperti Jiro di dunia nyata tapi ga inget siapa.

(Source: lotusinthefire, via ghibli-forever)

Photo
akaiamedama:

CATS. These adorable dorks.

akaiamedama:

CATS. These adorable dorks.